Geliat Ekonomi Kerakyatan: Sekupang Jadi Pilot Project Penguatan Koperasi Kelurahan Merah Putih
- May 05, 2026
- KIM CERDAS INFORMASI
KIM CERDAS INFORMASI TANJUNG RIAU – Semangat transformasi ekonomi berbasis kerakyatan kembali bergelora di Kota Batam. Bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Camat Sekupang, Selasa (5/5/2026), Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskum) menggelar agenda strategis berupa kegiatan Pembinaan dan Pendampingan Koperasi Kelurahan Merah Putih.
Langkah ini dipandang sebagai upaya konkret pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi di tingkat akar rumput, sekaligus memastikan bahwa Koperasi Merah Putih bukan sekadar papan nama, melainkan motor penggerak kesejahteraan warga.
Sinergi Lintas Sektor demi Kedaulatan Ekonomi
Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan yang komprehensif. Mulai dari unsur birokrasi, pelaku usaha, hingga penggerak sosial. Sekretaris Daerah Kota Batam, atas nama Wali Kota Batam, secara khusus mengundang berbagai elemen kunci, di antaranya Wakil Ketua KADIN Batam Bidang Pengembangan Wirausaha Ekonomi Kreatif & Industri Digital, Direktur PT Batam Indah Gemilang, hingga para Lurah se-Kecamatan Sekupang.
Kehadiran perwakilan KADIN dan sektor industri digital memberikan sinyal kuat bahwa Koperasi Merah Putih di Sekupang diarahkan untuk mampu beradaptasi dengan ekosistem ekonomi modern yang serba digital.
Tokoh masyarakat Marina yang juga menjabat sebagai Ketua RW, Pak Haryanto, menyampaikan bahwa antusiasme warga terhadap program ini sangat tinggi. Menurutnya, pendampingan seperti ini adalah jawaban atas kebingungan pengurus koperasi di tingkat kelurahan selama ini.
"Kami butuh arah yang jelas. Dengan adanya pembinaan langsung dari dinas terkait dan dukungan dari legislatif, kami optimis Koperasi Merah Putih di wilayah kami bisa lebih profesional dalam mengelola aset dan unit usaha," ujar Pak Haryanto yang juga menjabat sebagai Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Tanjung Riau di sela-sela kegiatan.
Hadirkan Narasumber Kompeten: Dari Regulasi hingga Praktik Lapangan
Kegiatan pembinaan ini menghadirkan dua narasumber utama yang mengupas tuntas tantangan koperasi dari sudut pandang kebijakan dan teknis lapangan.
-
Pak Anang (Anggota DPRD Kota Batam) Sebagai representasi legislatif, Pak Anang menekankan pentingnya keberpihakan anggaran dan regulasi terhadap koperasi. Beliau menyatakan bahwa DPRD Kota Batam terus berkomitmen mengawal program-progam yang bersentuhan langsung dengan ekonomi mikro. Koperasi Merah Putih harus menjadi benteng masyarakat dalam menghadapi fluktuasi ekonomi.
-
Padlinsono, M.Si (Kabid Pemberdayaan & Perlindungan Koperasi) Mewakili eksekutif, Padlinsono memaparkan materi teknis mengenai manajemen tata kelola koperasi yang sehat. Beliau menggarisbawahi bahwa aspek "Perlindungan" bagi anggota koperasi adalah prioritas utama. Melalui pendampingan ini, Diskum Batam ingin memastikan seluruh administrasi dan operasional koperasi berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip perkoperasian yang berlaku di Indonesia.
Fokus pada Implementasi, Bukan Sekadar Seremonial
Menariknya, agenda kali ini berjalan sangat taktis. Berbeda dengan acara formal pada umumnya, kegiatan ini menitikberatkan pada sesi diskusi dan bedah masalah. Tidak ada kata sambutan formal dari Camat Sekupang, sehingga waktu dialokasikan penuh untuk sesi edukasi dan tanya jawab antara pengurus koperasi dengan para pakar yang hadir.
Hal ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Batam agar setiap pertemuan menghasilkan output yang nyata bagi para pengurus dan pengawas Koperasi Kelurahan Merah Putih. Peserta yang hadir, mulai dari Koordinator Wilayah BGN (Defri F), Koordinator Kecamatan BGN (Risa Mustika), hingga para Kepala SPPG dan PIC Yayasan mitra, tampak proaktif menggali informasi terkait skema permodalan dan kemitraan.
Menjawab Dinamika Warga: Kapan Giliran Tanjung Riau?
Di tengah jalannya acara, mencuat sebuah pertanyaan menarik dari salah satu Ketua RW terkait distribusi program ini ke wilayah lain, khususnya Kelurahan Tanjung Riau. Mengingat Tanjung Riau memiliki potensi pesisir dan UMKM yang sangat besar, warga menanti kapan sosialisasi serupa akan menyambangi wilayah mereka.
Menanggapi hal tersebut, pihak penyelenggara memberikan kepastian yang menyejukkan. Sosialisasi untuk wilayah Tanjung Riau dipastikan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
"Secepatnya Pak RT dan Pak RW. Saat ini kita sedang menunggu penyelesaian pembangunan gedung. Segera setelah proses pembangunan selesai dan dilakukan serah terima, kami akan langsung turun ke Tanjung Riau untuk melakukan sosialisasi serupa," ungkap salah satu koordinator lapangan yang disambut baik oleh para perwakilan warga.
Harapan Besar untuk Ekonomi Batam
Koperasi Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi wadah bagi warga untuk berserikat dalam ekonomi. Dengan adanya pendampingan intensif ini, diharapkan tidak ada lagi koperasi yang "mati suri". Sinergi antara Pemerintah (melalui Diskum), Legislatif (DPRD), dan sektor swasta (KADIN & Mitra) di Kecamatan Sekupang diharapkan menjadi blueprint bagi kecamatan-kecamatan lain di Kota Batam.
Pembinaan ini bukan sekadar tentang angka-angka di atas kertas, melainkan tentang membangun kepercayaan masyarakat bahwa dengan berkoperasi, ekonomi keluarga bisa lebih mandiri. Kota Batam, yang selama ini dikenal sebagai kota industri besar, kini perlahan mulai memperkokoh pondasi ekonominya melalui penguatan sektor mikro di gang-gang kelurahan.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini ditutup dengan sesi foto bersama dan kesepakatan jadwal pendampingan lanjutan di masing-masing kelurahan. Dengan berakhirnya agenda ini, bola kini ada di tangan para pengurus koperasi untuk mengimplementasikan ilmu yang telah didapat demi kemajuan ekonomi warga Sekupang.
Redaksi: KIM CERDAS INFORMASI