PKK Ricci 3 Bersatu Rutin Gelar Pertemuan, Tekankan Kerukunan Beragama bagi Generasi Muda
- Apr 11, 2026
- KIM CERDAS INFORMASI
BATAM – Semangat kebersamaan terus dijaga oleh kelompok Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ricci 3 Bersatu di Perumahan Ricci Tahap 3, Kelurahan Tanjung Riau, RT 024 RW 024. Melalui pertemuan rutin yang dilaksanakan setiap bulan, para ibu-ibu PKK tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga berupaya menghadirkan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Kegiatan yang digelar secara konsisten ini menjadi wadah penting dalam membangun kesadaran sosial, meningkatkan pengetahuan, serta memperkuat peran perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pertemuan terbaru, kelompok kerja (Pokja) 1 mendapat kesempatan menjadi penanggung jawab kegiatan dengan mengangkat tema yang sangat relevan, yakni “Pentingnya Kerukunan Beragama bagi Generasi Muda.”
Ketua PKK Ricci 3 Bersatu, Agustini, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga keharmonisan lingkungan. Menurutnya, di tengah keberagaman yang ada di Kota Batam, nilai toleransi dan kerukunan harus terus ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.
“Kerukunan beragama adalah pondasi utama dalam kehidupan bermasyarakat. Kami berharap melalui kegiatan ini, para ibu dapat menjadi agen perubahan di keluarga masing-masing, khususnya dalam mendidik anak-anak agar memiliki sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan,” ujar Agustini.
Dalam pemaparannya, Pokja 1 menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter anak. Nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan secara damai harus diajarkan sejak dini agar generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang bijak dan bertanggung jawab.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini juga diisi dengan diskusi interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, menyampaikan pendapat, serta berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi dalam mendidik anak di era modern yang penuh dengan pengaruh globalisasi.
Meski kegiatan berjalan dengan baik, Agustini mengungkapkan bahwa PKK Ricci 3 Bersatu masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal partisipasi anggota. Ia menjelaskan bahwa sejak awal pembentukan, jumlah anggota PKK mencapai sekitar 40 orang. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah kehadiran dalam setiap pertemuan kini berkurang hingga sekitar setengahnya.
“Kami memahami bahwa setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing, namun kami berharap ke depan partisipasi dapat kembali meningkat. Karena kegiatan PKK ini sangat penting dan bermanfaat, tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk lingkungan sekitar,” tambahnya.
Selain itu, Agustini juga menyampaikan harapan agar ke depan PKK Ricci 3 Bersatu mendapatkan perhatian lebih dari pihak kelurahan maupun instansi terkait. Selama ini, kegiatan PKK berjalan secara mandiri dengan inisiatif dari para anggota tanpa banyak pendampingan dari pihak luar.
“Selama ini kami berjalan sendiri, menyusun kegiatan dan memberikan edukasi secara mandiri. Kami berharap ke depan ada pembinaan dan dukungan dari PKK kelurahan atau pihak yang berkompeten, sehingga kegiatan kami bisa lebih terarah dan memberikan dampak yang lebih luas,” ungkapnya.
Menurutnya, PKK sebagai organisasi yang bersifat sosial memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat. Oleh karena itu, pemberdayaan PKK perlu terus ditingkatkan agar para anggotanya dapat berkontribusi secara maksimal dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan keluarga, kesehatan, hingga sosial kemasyarakatan.
Para peserta yang hadir juga menyampaikan antusiasme mereka terhadap kegiatan ini. Mereka merasa bahwa pertemuan rutin PKK tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk menambah wawasan dan berbagi pengalaman.
Salah satu peserta menyampaikan bahwa materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana generasi muda dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk pengaruh negatif dari media sosial dan lingkungan pergaulan.
“Kami sebagai orang tua harus lebih aktif dalam membimbing anak-anak. Melalui kegiatan seperti ini, kami mendapatkan banyak ilmu yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, PKK Ricci 3 Bersatu berharap dapat menjadi motor penggerak dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, sejahtera, dan berdaya. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan instansi terkait, diharapkan dapat semakin memperkuat peran PKK dalam pembangunan masyarakat.
Ke depan, PKK Ricci 3 Bersatu juga berencana untuk menghadirkan berbagai kegiatan yang lebih variatif, seperti pelatihan keterampilan, penyuluhan kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi keluarga. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan anggota sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Batam.
Sebagai organisasi yang tumbuh dari masyarakat, PKK memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Dengan dukungan yang tepat, semangat yang telah ditunjukkan oleh para ibu-ibu PKK Ricci 3 Bersatu diyakini dapat membawa dampak positif yang berkelanjutan.
Redaksi KIM Cerdas Informasi mencatat bahwa kegiatan seperti ini menjadi bukti nyata bahwa kekuatan masyarakat terletak pada kebersamaan dan kepedulian. Melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, perubahan besar bukanlah hal yang mustahil untuk diwujudkan.