Sagulung Tak Terbendung, Pertahankan Gelar Juara Umum pada Penutupan Meriah MTQH XXXIV Kota Batam

  • Apr 17, 2026
  • KIM CERDAS INFORMASI

KIM Cerdas Informasi Tanjung Riau – Gemuruh selawat dan takbir menggema di jantung Kota Batam saat malam puncak penutupan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXXIV tingkat Kota Batam digelar. Dataran Engku Putri, Batam Centre, pada Kamis (16/4/2026) malam, berubah menjadi lautan manusia. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru kota tumpah ruah membanjiri halaman alun-alun, menciptakan suasana religius yang megah dan penuh khidmat.

Pemandangan di lokasi acara menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Kerumunan massa didominasi oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Batam yang hadir memberikan dukungan, serta masyarakat umum yang datang membawa keluarga untuk menyaksikan pengumuman pemenang sekaligus menikmati penutupan ajang paling bergengsi dalam syiar Islam di Kota Batam tersebut.

Dominasi Tak Terpatahkan Kecamatan Sagulung

Momen yang paling dinantikan adalah pembacaan Surat Keputusan Dewan Hakim mengenai Juara Umum. Di bawah sorotan lampu panggung yang megah, Kecamatan Sagulung kembali dinobatkan sebagai Juara Umum MTQH XXXIV Kota Batam. Prestasi ini seolah menegaskan bahwa Sagulung adalah "gudang" qari dan qariah terbaik di Batam.

Dengan perolehan nilai fantastis sebesar 421 poin, Sagulung berhasil mengungguli lawan-lawan tangguhnya. Kemenangan ini bukan sekadar keberuntungan, melainkan sejarah baru. Ini merupakan kali kelima berturut-turut bagi Kecamatan Sagulung mempertahankan piala bergilir sejak tahun 2022 hingga 2026. Konsistensi pembinaan di tingkat akar rumput dan semangat para santri di Sagulung terbukti membuahkan hasil yang sulit ditandingi.

Persaingan di papan atas sebenarnya berlangsung sangat dramatis. Kecamatan Sungai Beduk memberikan perlawanan sengit hingga detik terakhir. Namun, Sungai Beduk harus puas di posisi kedua dengan raihan 418 poin, hanya selisih tipis 3 poin dari sang juara bertahan. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Kecamatan Batam Kota dengan nilai 379.

Berikut adalah urutan lengkap perolehan poin dari 12 kecamatan yang berlaga:

  1. Sagulung (421 poin)

  2. Sungai Beduk (418 poin)

  3. Batam Kota (379 poin)

  4. Nongsa (317 poin)

  5. Bengkong (214 poin)

  6. Sekupang (188 poin)

  7. Batu Aji (187 poin)

  8. Lubuk Baja (135 poin)

  9. Galang (88 poin)

  10. Batu Ampar (62 poin)

  11. Belakang Padang (49 poin)

  12. Bulang (12 poin)

Keindahan Astaka dan Kreativitas Lokal

Selain cabang lomba tilawah dan hadits, aspek visual yang menjadi ikon MTQH adalah perlombaan kreasi Astaka. Astaka yang megah dan artistik menjadi simbol kesungguhan setiap kecamatan dalam menyambut kalam Ilahi.

Kecamatan Sagulung kembali menyapu bersih kategori ini dengan meraih juara pertama (nilai 94), diikuti oleh Kecamatan Nongsa (nilai 90), dan Kecamatan Belakang Padang (nilai 89). Sedangkan untuk tingkat kelurahan, Kelurahan Tanjung Sari keluar sebagai yang terbaik dengan nilai 93, menyingkirkan Kelurahan Kabil dan Kelurahan Kibing.

Pesan Menyentuh Wali Kota Amsakar Achmad

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang hadir secara langsung untuk menutup acara, tampak haru dan bangga melihat lautan massa yang hadir. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa MTQH bukan sekadar rutinitas tahunan atau panggung adu bakat.

“Selamat kepada para pemenang, khususnya Kecamatan Sagulung yang telah menunjukkan konsistensi luar biasa. Namun, saya ingin mengingatkan kita semua, bahwa menjadi juara tentu penting sebagai bentuk apresiasi, tetapi yang jauh lebih utama adalah bagaimana kita membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di kota yang kita cintai ini,” tutur Amsakar di atas podium.

Amsakar juga memberikan wejangan khusus kepada para peserta yang belum berhasil membawa pulang piala. Ia meminta mereka tidak berkecil hati karena proses mempelajari Al-Qur’an adalah sebuah kemenangan tersendiri di hadapan Allah SWT. Bagi para pemenang, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri, mengingat tantangan yang lebih besar sudah menanti di tingkat Provinsi Kepulauan Riau hingga tingkat Nasional.

“Kita ingin kafilah Kota Batam tidak hanya jago di kandang, tapi juga mampu membawa harum nama daerah di tingkat yang lebih tinggi. Kualitas penilaian dewan hakim tahun ini sangat ketat, dan saya yakin mereka yang terpilih adalah putra-putri terbaik yang siap bertarung,” tambahnya.

Harapan untuk Masa Depan Batam yang Madani

Penyelenggaraan MTQH ke-XXXIV ini dinilai banyak pihak sebagai salah satu yang tersukses. Penataan panggung di Dataran Engku Putri yang modern dipadukan dengan tata lampu dan audio yang mumpuni membuat syiar Islam terasa lebih "hidup" dan bisa diterima oleh kalangan milenial maupun generasi Z.

Amsakar Achmad juga menyampaikan apresiasi terdalamnya kepada seluruh jajaran panitia, aparat keamanan, dan dewan hakim yang telah bekerja siang malam. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan acara ini adalah bukti soliditas pemerintah dan masyarakat Batam dalam menjunjung tinggi nilai-nilai religius di tengah kemajuan pembangunan infrastruktur kota yang kian pesat.

“Saya bersama Wakil Wali Kota sangat bersyukur. MTQH tahun ini dipersiapkan dengan baik, berlangsung meriah, dan mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat. Ini menunjukkan bahwa di tengah modernisasi Batam, kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur'an tidak pernah luntur,” pungkasnya.

Penutupan yang Berkesan

Masyarakat yang hadir tampak enggan beranjak, banyak yang mengabadikan momen di depan astaka utama sebagai kenang-kenangan.

Dengan berakhirnya MTQH XXXIV, estafet perjuangan kini berpindah ke pundak para juara untuk mempersiapkan diri menuju jenjang berikutnya. Semangat Al-Qur’an diharapkan terus mengalir di setiap sendi kehidupan warga Batam, menjadikan kota ini bukan hanya sebagai pusat industri dan pariwisata, tetapi juga kota yang diberkahi oleh nilai-nilai spiritual yang kuat.

Laporan: Tim Redaksi KIM Cerdas Informasi Tanjung Riau