SOLIDARITAS TANPA BATAS:WARGA PERUMAHAN RICCI TAHAP 3 KONSISTEN JALANKAN PROGRAM SANTUNAN KEDUKAAN
- Apr 21, 2026
- KIM CERDAS INFORMASI
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Perumahan Ricci Tahap 3 Konsisten Jalankan Program Santunan Kedukaan
Kim cerdas informasi tanjung riau- Di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban yang cenderung individualis, warga Perumahan Ricci Tahap 3, khususnya di lingkungan RT 004/RW 024, Kelurahan Tanjung Riau, menunjukkan wajah lain dari kehidupan bertetangga. Selama dua tahun terakhir, mereka secara konsisten merawat tradisi gotong royong melalui program sosial santunan bagi keluarga inti warga yang meninggal dunia. Program ini bukan sekadar bantuan materi, melainkan manifestasi nyata dari nilai kemanusiaan dan silaturahmi yang erat.
Membangun Empati Melalui Langkah Nyata Program sosial ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya saling membantu saat salah satu warga tertimpa musibah. Mekanismenya tergolong klasik namun efektif: setiap kali tersiar kabar duka mengenai anggota keluarga inti (ayah, ibu, atau anak) dari salah satu warga, perangkat RT bersama perwakilan warga akan langsung bergerak. Mereka berkeliling dari pintu ke pintu (*door-to-door*) untuk mengumpulkan sumbangan sukarela.
Gerakan berkeliling ini bukan tanpa alasan. Selain mempermudah pengumpulan dana, aksi ini menjadi sarana komunikasi langsung. Saat petugas mengetuk pintu, informasi mengenai berita duka tersampaikan secara merata, sehingga warga yang mungkin belum mendengar kabar tersebut bisa segera menunjukkan simpatinya.
"Tujuan utama kami adalah bentuk simpati. Kehilangan anggota keluarga adalah beban yang berat, dan kehadiran warga dengan bantuan sukarela ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban moral maupun material keluarga yang ditinggalkan," ujar salah satu pengurus RT saat ditemui di sela-sela kegiatannya.
Dua Tahun Konsistensi dan Silaturahmi Meski terlihat sederhana, konsistensi selama dua tahun bukanlah hal yang mudah untuk dipertahankan. Di lingkungan perumahan yang warganya memiliki latar belakang pekerjaan dan kesibukan yang beragam, menjaga semangat ini memerlukan komitmen tinggi dari pengurus dan keterbukaan hati dari warga.
Lebih dari sekadar uang santunan, program ini menjadi jembatan silaturahmi. Di kota besar, seringkali antar tetangga bahkan tidak saling mengenal nama. Namun, di Ricci Tahap 3 RT 004, momen pengumpulan santunan ini justru dimanfaatkan agar sesama warga saling mengenal lebih dekat. Proses interaksi saat berkeliling menciptakan rasa memiliki (*sense of belonging*) terhadap lingkungan.
Apresiasi dari Tokoh Masyarakat Lokal Keberhasilan program ini mendapat sorotan positif dari jajaran pengurus lingkungan. *Rahmad*, selaku Ketua Seksi Sosial Kemasyarakatan RT 004, menyampaikan rasa bangganya atas kepedulian warga. Menurutnya, program ini memiliki nilai positif yang sangat dalam dan belum tentu ditemukan di perumahan lain dengan dinamika yang sama.
> "Kegiatan semacam ini adalah aset sosial kita. Di saat banyak orang mulai acuh, warga Ricci 3 justru membuktikan bahwa kepedulian itu masih ada dan sangat kuat. Ini adalah nilai positif yang harus kita jaga bersama," kata Rahmad dengan penuh semangat.
Senada dengan Rahmad, **Ketua RT 004, Abu Talha Al**, menyampaikan harapan besar agar program ini tidak lekang oleh waktu. Ia melihat bahwa program santunan ini adalah "ruh" dari kerukunan di wilayahnya. Beliau senantiasa memotivasi warga untuk tetap menjadikan kegiatan ini sebagai prioritas dalam agenda sosial RT.
"Semoga program baik ini terus berlanjut. Ini bukan soal berapa besar uang yang terkumpul, tapi soal bagaimana kita hadir untuk tetangga kita yang sedang berduka. Harapan saya, ini menjadi warisan budaya bertetangga yang baik untuk generasi selanjutnya di perumahan ini," tutur Abu Talha.
Inklusivitas: Tanpa Pandang Bulu Salah satu kunci sukses dan diterimanya program ini oleh seluruh lapisan masyarakat adalah prinsip inklusivitas. **Sekretaris RT, Fredi**, menegaskan bahwa program santunan ini diberlakukan secara adil tanpa memandang latar belakang suku, ras, maupun agama.
Fredi menjelaskan bahwa siapapun warga yang terdaftar sebagai bagian dari RT 004 Ricci Tahap 3 memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam program ini. "Kita hidup di tengah keberagaman. Maka, dukungan sosial ini pun sifatnya universal. Tanpa pandang bulu, setiap ada kedukaan, kita bergerak. Kita harus mendukung program baik ini secara totalitas," tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa mesin utama dari program ini adalah dukungan warga itu sendiri. Tanpa partisipasi aktif dari masyarakat yang dengan ikhlas membukakan pintu dan menyisihkan rezekinya, program ini hanyalah sekadar rencana di atas kertas.
Menjadi Inspirasi Bagi Lingkungan Lain Keberhasilan warga RT 004/RW 024 Perumahan Ricci Tahap 3 dalam menjalankan program santunan kedukaan diharapkan dapat menjadi *pilot project* atau contoh bagi perumahan-perumahan lain, khususnya di wilayah Batam dan sekitarnya.
Di era digital di mana interaksi seringkali terbatas pada grup WhatsApp, aksi nyata turun ke lapangan dan bertatap muka membawa dampak psikologis yang jauh lebih besar bagi keluarga yang berduka. Program ini membuktikan bahwa organisasi tingkat RT mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan jaring pengaman sosial yang berbasis kekeluargaan.
Warga Ricci Tahap 3 telah menunjukkan bahwa kebahagiaan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari fasilitas perumahan yang mewah, tetapi dari seberapa erat tangan-tangan warga saling menggenggam saat salah satu dari mereka terjatuh dalam kedukaan. Dengan semangat "Dari Warga, Oleh Warga, dan Untuk Warga", program santunan ini akan terus menjadi mercusuar kebaikan di tengah lingkungan mereka.
Redaksi: Kim Cerdas Informasi