Menyemai Benih Toleransi di Jantung Sekupang: Potret Indah Kerukunan Warga RT 004/ RW 024 Tanjung Riau
- Apr 25, 2026
- KIM CERDAS INFORMASI
KIM CERDAS INFORMASI TANJUNG RIAU, SEKUPANG – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi dan keberagaman latar belakang masyarakat perkotaan, Kelurahan Tanjung Riau, khususnya di wilayah RT 004 / RW 024, menunjukkan sebuah potret sosial yang menyejukkan hati. Sebuah tindakan nyata dalam menjaga kerukunan antarumat beragama baru saja terekam, membuktikan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah sekat, melainkan perekat dalam memajukan lingkungan dan pendidikan generasi muda.
Kisah inspiratif ini bermula dari inisiatif mulia salah seorang warga setempat, Bapak Luga. Meski beliau memiliki keyakinan yang berbeda dengan mayoritas warga muslim di lingkungan tersebut, hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk berkontribusi langsung bagi kegiatan keagamaan dan pendidikan di wilayahnya. Bapak Luga secara sukarela memberikan sumbangan berupa fasilitas belajar untuk anak-anak yang menimba ilmu di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang berlokasi di Musholla setempat.
Bantuan Meja dan Kursi: Investasi Masa Depan Generasi Qurani
Bantuan yang diberikan oleh Bapak Luga bukan sekadar benda mati. Meja dan kursi belajar yang diserahkan menjadi sarana vital bagi anak-anak TPQ untuk dapat mengaji dengan lebih nyaman dan khusyuk. Selama ini, fasilitas penunjang pendidikan merupakan salah satu aspek yang terus diupayakan pengembangannya oleh pengurus lingkungan.
Tindakan Bapak Luga ini dipandang sebagai manifestasi nyata dari semboyan "Bhinneka Tunggal Ika". Di saat isu intoleransi terkadang muncul di berbagai belahan dunia, warga RT 004 Tanjung Riau justru menunjukkan bahwa di tingkat akar rumput, gotong royong dan rasa empati melampaui batas-batas teologis.
"Ini adalah bentuk nyata dari kekompakan kita. Kita tidak melihat apa agamanya, tapi kita melihat apa kebutuhan bersama untuk kemajuan lingkungan dan masa depan anak-anak kita," ujar salah seorang warga yang menyaksikan penyerahan bantuan tersebut.
Apresiasi Tokoh Masyarakat dan Pengurus Wilayah
Aksi sosial ini mendapat sambutan hangat dan apresiasi setinggi-tingginya dari berbagai pihak di lingkungan Perumahan Tanjung Riau. Bapak Rahmad, salah satu pengurus perumahan sekaligus tokoh masyarakat setempat, menyatakan rasa harunya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh Bapak Luga.
Menurut Rahmad, partisipasi aktif dari warga seperti Bapak Luga memberikan nilai tambah (plus) bagi tatanan sosial di wilayah mereka. Ia menilai bahwa sikap menjunjung tinggi nilai-nilai sosial ini adalah pondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan progresif.
"Kami sangat berterima kasih atas partisipasi yang diberikan oleh Bapak Luga. Beliau sangat menjunjung tinggi nilai sosial. Semoga ini akan menjadi suatu nilai plus dan teladan bagi kita semua bahwa peduli terhadap pendidikan anak-anak adalah tanggung jawab bersama," ungkap Rahmad dengan penuh rasa syukur.
Senada dengan hal tersebut, Ketua RT 004 / RW 024 juga mengaku sangat terkesan dengan ketulusan Bapak Luga. Ia menekankan bahwa bantuan kursi dan meja tersebut memiliki dampak langsung terhadap kualitas belajar-mengajar di TPQ.
"Saya selaku Ketua RT merasa sangat terkesan. Bantuan ini sangat berarti untuk pendidikan TPQ anak-anak di perumahan kami. Harapan saya, kerukunan sosial antarumat beragama seperti ini akan terus berjalan dan semakin kuat ke depannya," tuturnya.
Harapan dan Doa dari Pengelola TPQ
Dari sisi pengelola pendidikan, Randi Permana, selaku pengurus TPQ, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya. Baginya, bantuan ini datang di saat yang tepat untuk meningkatkan semangat belajar para santri cilik.
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Bapak Luga. Ini sangat membantu operasional belajar mengaji anak-anak. Doa kami, semoga Bapak Luga senantiasa diberikan kesehatan yang prima dan dimudahkan dalam segala urusan serta rezekinya," kata Randi.
Ia menambahkan bahwa di TPQ tersebut, anak-anak diajarkan tidak hanya tentang cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga tentang adab dan cara menghargai tetangga yang berbeda agama, sebagaimana yang dicontohkan secara langsung oleh Bapak Luga melalui tindakan nyata ini.
Tanjung Riau: Laboratorium Kerukunan di Sekupang
Lingkungan RT 004 / RW 024 Tanjung Riau memang dikenal sebagai wilayah yang aktif dalam berbagai kegiatan. Selain bantuan sarana pendidikan, warga di sini juga kerap bahu-membahu dalam kegiatan keagamaan lainnya, kerja bakti lingkungan, hingga acara kebersamaan warga.
Kekompakan ini menjadi modal sosial yang kuat. Ketika satu warga mengalami kesulitan atau ketika lingkungan membutuhkan perbaikan, warga tidak segan untuk turun tangan tanpa memandang kasta atau keyakinan. Fenomena "saling bahu-membahu" ini telah menjadi budaya yang mendarah daging di tengah masyarakat Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang.
Pesan Moral dari Tanjung Riau:
-
Toleransi adalah Tindakan: Bukan sekadar kata-kata di atas kertas, tapi tindakan nyata yang bermanfaat bagi sesama.
-
Pendidikan adalah Prioritas: Mendukung pendidikan anak-anak adalah investasi jangka panjang untuk bangsa.
-
Keberagaman adalah Kekuatan: Perbedaan sudut pandang dan latar belakang memperkaya solusi bagi permasalahan lingkungan.
Kejadian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah-wilayah lain di Kota Batam, khususnya di Kecamatan Sekupang, untuk terus memupuk rasa persaudaraan. Di bawah naungan semangat gotong royong, pembangunan fisik maupun mental masyarakat akan jauh lebih mudah dicapai.
Sekali lagi, apresiasi besar patut disematkan kepada Bapak Luga dan seluruh warga RT 004 / RW 024 Tanjung Riau. Semoga meja-meja kecil di Musholla itu menjadi saksi bisu lahirnya generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan sangat menghargai perbedaan di masa depan.
Redaksi: KIM Cerdas Informasi Liputan: Tim Informasi Kelurahan Tanjung Riau