Bersatu Padu Benahi Masalah Sampah: Aksi Nyata di Tanjung Riau Demi Citra Batam yang Bersih

  • Apr 28, 2026
  • KIM CERDAS INFORMASI

 

Laporan Khusus | 28 April 2026
Lokasi: RW 18 Tanjung Riau, Batam

Aksi petugas bersama warga saat mengangkut tumpukan sampah di bahu jalan RW 18 Tanjung Riau menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.


REDAKSI: KIM CERDAS INFORMA – Permasalahan pengelolaan sampah di Kota Batam masih menjadi tantangan yang memerlukan penanganan komprehensif dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya dengan imbauan, aksi nyata di lapangan menjadi kunci utama dalam menjaga estetika serta kesehatan lingkungan di kota industri ini.

Langkah konkret baru-baru ini ditunjukkan oleh pemerintah dan masyarakat di Kelurahan Tanjung Riau. Tumpukan sampah yang sebelumnya menggunung di pinggir jalan RW 18 akhirnya berhasil dibersihkan. Petugas bersama warga tampak bahu-membahu mengangkat kantong plastik dan limbah rumah tangga ke dalam truk pengangkut.

Aksi ini merupakan respons cepat terhadap keluhan masyarakat sekaligus bagian dari upaya jangka panjang dalam penataan lingkungan.

Lurah Tanjung Riau, Syamsudin, SH, menegaskan bahwa persoalan sampah bukanlah tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat. Kita harus sadar bahwa Batam adalah milik kita bersama. Pembenahan sampah harus terus berlanjut. Semua pihak harus bergerak dalam satu visi untuk Batam yang lebih bersih,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa edukasi kepada masyarakat harus diimbangi dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai. Menurutnya, perubahan perilaku tidak akan efektif jika fasilitas pembuangan sampah sulit diakses.

Di tingkat lingkungan, peran Ketua RT dan RW menjadi sangat strategis sebagai ujung tombak pengawasan. Tantangan ke depan adalah memastikan lokasi yang sudah dibersihkan tidak kembali tercemar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu tokoh masyarakat setempat juga menegaskan pentingnya tindakan nyata:

“Kita membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar imbauan. Jika perlu, semua elemen masyarakat harus turun langsung agar sampah tidak kembali menumpuk dan merusak citra Batam sebagai kota modern.”

Permasalahan sampah di bahu jalan seringkali dipicu oleh oknum dari luar wilayah yang membuang sampah secara ilegal, terutama pada malam hari. Oleh karena itu, warga diimbau untuk meningkatkan kepedulian dan pengawasan melalui semangat “kita jaga kita”.

Ke depan, pihak Kelurahan Tanjung Riau akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan jadwal pengangkutan sampah berjalan optimal. Selain itu, program Bank Sampah dan gerakan pemilahan sampah dari rumah akan terus digalakkan guna mengurangi volume sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pembenahan lingkungan ini bukanlah pekerjaan instan, melainkan proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi semua pihak. Keberhasilan pembersihan di RW 18 diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain.

Menutup pernyataannya, Lurah Syamsudin mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir terhadap sampah.

“Mari kita pantau bersama. Jangan ada lagi yang merusak lingkungan. Kita jadikan Tanjung Riau dan Batam sebagai tempat yang bersih, nyaman, dan membanggakan,” tutupnya.


Penulis: Redaksi KIM Cerdas Informasi